Kunjungan Tamu Tim Mobilisasi Lulusan Poltekkes

Kunjungan Tim Mobilisasi Lulusan Poltekkes dari Direktorat Penyedia Tenaga Kesehatan Kemenkes didampingi Wadir 1 Polkesmas dan Kepala Laboratorium Terpadu Polkesmas di Laboratorium Jurusan Kebidanan.

Slide 5

Pra Raker PLP Poltekkes Makassar 2025

Kegiatan Pra Rapat Kerja PLP Poltekkes Makassar dihadiri Bapak Direktur, Wadir 1 Polkesmas dan Kepala Laboratorium Terpadu Polkesmas di Direktorat Poltekkes Makassar.

Slide 5

Demonstrasi Penggunaan Aplikasi "SIMPUL Lab"

Penjelasan prosedur penggunaan aplikasi "SIMPUL Lab" untuk mendukung pembelajaran laboratorium yang efektif dan efisien.

Pelatihan Mengoperasikan Alat

Pelatihan mengoperasikan alat dalam bentuk demonstrasi dari perusahaan penyedia peralatan laboratorium untuk mendukung PBM praktikum berkualitas .

Penjelasan IK Penggunaan Alat Oleh PLP

Sebelum praktikum maka PLP menjelaskan IK alat untuk menghindari kesalahan prosedur.

Briefing Pengguna Laboratorium dan PLP

Sebelum memasuki laboratorium maka dilakukan briefing antara pengguna dan PLP membahas tentang ruangan praktikum dan K3 selama praktikum.

Kamis, 19 Oktober 2023

Masih Tentang Eceng Gondok

Pagi ini, matahari kembali bersinar dengan hangat saat saya bertemu dengan eceng gondok, yang menemani pemandanganku sepanjang jalan. "Eceng Gondok, nama yang unik  bagiku entah mengapa disebut demikian. Dibalik keunikan namanya, ada kebijaksanaan alam yang mendalam yang dapat kita pelajari dari tumbuhan ini.

Kemarin, kanal ini hampir tanpa jejak eceng gondok. Tapi hari ini, misteri di balik pertumbuhan cepat mereka menggoda rasa ingin tahu saya. Apa yang memberi mereka kekuatan untuk tumbuh dan berkembang dengan cepat, seolah-olah dalam semalam?

Saat saya merenungkan barisan eceng gondok yang tertata rapi, saya menyadari keajaiban yang tak terelakkan dalam kehidupan. Tidak ada yang kelihatan menonjol dari yang lain. Mereka semua sama dalam keindahan sederhana mereka, melayani peran mereka dalam ekosistem dengan penuh rasa hormat. Mereka mengajarkan kita tentang kerendahan hati dan kepentingan keseimbangan dalam kehidupan.

Namun, yang paling memukau adalah cara generasi muda eceng gondok diberi ruang. Seperti dalam kehidupan, mereka, yang mewakili masa depan, memiliki potensi yang tak terbatas. Dalam barisan yang sudah tertata, mereka diberi ruang terluas untuk tumbuh dan berkembang, memenuhi permukaan kanal yang tersisa.

Cerita eceng gondok ini adalah cerminan tentang siklus kehidupan. Kehadiran mereka yang cepat kembali mengingatkan kita tentang kemampuan alam untuk pulih dan menghidupkan kembali hal-hal yang tampak telah lenyap. Mereka adalah pengingat bahwa dalam setiap siklus, ada kesempatan untuk memulai kembali, untuk membenahi, dan untuk tumbuh lebih baik dari sebelumnya.

Kehidupan adalah pelayaran yang tak pernah berakhir, dengan berbagai musim yang datang dan pergi. Eceng gondok mengajarkan kita tentang ketahanan, kesederhanaan, keseimbangan, dan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, meskipun pernah mengalami kekeringan dan kesulitan. Mereka mengingatkan kita bahwa di dalam setiap keadaan ada peluang dan harapan.

Saat saya melanjutkan perjalanan pagi saya, hati saya penuh dengan rasa kagum terhadap kebijaksanaan alam dan harapan untuk hidup dengan bijak, seperti eceng gondok, dalam perjalanan yang penuh makna ini. Eceng gondok adalah guru yang tak pernah berhenti mengajarkan pelajaran dalam kehidupan, dan kita hanya perlu membuka mata dan hati kita untuk menerima kebijaksanaan mereka_Oel






Rabu, 11 Oktober 2023

Inilah Realita Kehidupan : Pesan dari Eceng Gondok yang Hilang

Hari ini, ketika saya sekali lagi melalui jalur yang sama di pinggir kanal, sesuatu terasa berbeda. Di masa lalu, kanal ini dihiasi dengan koloni eceng gondok yang mengapung dengan anggun di permukaan air. Namun sepanjang perjalanan saya, saya merasa sesuatu telah berubah. Koloni eceng gondok yang biasanya menghiasi kanal ini seperti lukisan alam semesta telah menghilang.

Saya mengamati dengan hati yang terasa berat, mencari-cari tanda-tanda eceng gondok yang biasanya melingkupi kanal ini. Namun, yang saya temukan hanyalah beberapa daun eceng gondok yang tersisa. Mereka mengambang dengan anggun, seakan-akan mengirimkan pesan kepada saya. Daun-daun itu, seolah tersenyum dan berteriak, menyampaikan pesan yang dalam dan menyentuh hati saya: "Inilah realita kehidupan."

Tidak ada yang abadi dalam hidup ini, seperti yang telah saya pelajari dari kehadiran eceng gondok. Seperti tumbuhan ini, kita juga mengalami perubahan dan pergantian dalam hidup kita. Semua hal yang kita anggap sebagai pemandangan tetap dalam hidup kita, suatu hari dapat menghilang.

Pesan yang disampaikan oleh eceng gondok adalah pengingat yang kuat tentang ketidakpastian hidup. Dalam kehidupan, kita seringkali melekat pada hal-hal yang kita anggap sebagai milik kita selamanya, tetapi kenyataannya adalah bahwa semua hal bisa berubah. Ini mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen yang kita miliki sekarang.

Namun, saya juga menyadari bahwa seperti daun-daun eceng gondok yang tersisa, ada keindahan yang dapat ditemukan dalam perubahan. Kehilangan eceng gondok mungkin membuat kanal terlihat lebih terbuka dan mengundang matahari untuk bersinar lebih cerah. Demikian pula dalam hidup, ketika kita melepaskan sesuatu yang telah berlalu, kita memberi ruang untuk hal-hal baru yang mungkin lebih indah.

Dalam perjalanan saya hari ini, saya belajar bahwa eceng gondok, selain menjadi guru kehidupan, juga adalah pengingat akan ketidakpastian dan perubahan yang tak terelakkan. Namun, dalam semua perubahan itu, ada keindahan tersendiri yang dapat kita temukan jika kita siap menerima realita kehidupan ini dengan hati yang terbuka dan bijaksana. Saya melanjutkan perjalanan saya dengan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai setiap momen yang kita miliki dalam hidup ini. (Oel)





Selasa, 03 Oktober 2023

"Ketika Eceng Gondok Menjadi Guru Kehidupan”

 


Di suatu pagi yang cerah, sinar matahari merayapi langit, memberikan sentuhan hangat pada hari yang baru dimulai. Saya memulai perjalanan keseharian saya, pulang-pergi ke kantor, melewati jalur kanal yang dikelilingi oleh tanaman yang akrab dengan kami semua: eceng gondok.

Saat saya melintasi kanal yang ditutupi oleh hamparan hijau eceng gondok, pikiran saya tidak hanya terfokus pada rutinitas harian yang harus saya hadapi, tetapi juga merenung tentang makna yang lebih dalam di balik kehadiran tanaman ini. Eceng gondok, dengan kecantikan sederhananya, telah menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya.

Di antara dedaunan yang mengambang dengan anggun di permukaan air, saya memikirkan filosofi eceng gondok dan relevansinya dengan kehidupan manusia. Eceng gondok, dengan segala sederhananya, mengajarkan kita tentang ketahanan. Mereka tumbuh subur di air yang mungkin keras dan tak terduga, mencerminkan kemampuan kita untuk mengatasi rintangan dalam kehidupan.

Ketika saya memandang eceng gondok yang tumbuh dalam kelompok yang beragam, saya merenung tentang pentingnya keberagaman dalam masyarakat kita. Kita semua berasal dari latar belakang yang berbeda, memiliki pandangan dan keyakinan yang beragam, tetapi seperti eceng gondok, kita bisa bersatu dalam harmoni yang indah.

Ekspresi adaptasi eceng gondok terhadap perubahan tingkat air mengingatkan saya akan kebutuhan untuk beradaptasi dalam kehidupan. Terkadang, kita dihadapkan pada perubahan yang tidak terduga, dan kemampuan kita untuk berubah dan berkembang akan menjadi kunci kesuksesan.

Eceng gondok juga memberi kita pelajaran tentang keseimbangan ekosistem. Mereka menyediakan tempat berlindung bagi makhluk hidup lain di dalamnya, mengingatkan kita tentang tanggung jawab kita untuk menjaga keseimbangan dalam lingkungan alam dan menjaga keberlanjutan planet ini.

Dan akhirnya, dalam keindahan sederhana daun-daunnya yang mengapung di permukaan air, eceng gondok mengajarkan kita untuk menghargai keindahan dalam hal-hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Terlalu sering kita terlalu sibuk dengan kesibukan kita sehingga melupakan kecantikan di sekitar kita yang mungkin tersembunyi dalam yang sederhana.

Saat saya melanjutkan perjalanan saya, perasaan rasa syukur dan inspirasi mengalir dalam diri saya. Eceng gondok, dengan kehadirannya yang sederhana, telah memberikan saya pelajaran berharga tentang ketahanan, keberagaman, adaptasi, keseimbangan, dan keindahan. Mereka adalah penjaga diam di kanal hidup saya, selalu siap untuk mengingatkan saya tentang kebijaksanaan sederhana yang tersimpan dalam keindahan alam.

Dengan merenungkan makna-makna ini, kita dapat belajar untuk menjadi individu yang lebih bijaksana, lebih peka terhadap keindahan di sekitar kita, dan lebih siap dalam menghadapi perubahan dan rintangan dalam hidup. Eceng gondok adalah pengingat bahwa alam memberikan kita banyak pelajaran berharga jika kita mau membuka mata dan hati kita untuk melihatnya.(oel)