Pagi ini, sinar matahari menyambut saya dengan lembut, memeluk langit dengan warna keemasannya. Seperti biasa, perjalanan menuju kantor membawa saya melewati pinggir waduk yang bersambung dengan kanal, tempat di mana kehidupan air tampak begitu sederhana namun penuh filosofi.
Pandangan saya tertuju pada hamparan eceng gondok yang menghiasi permukaan air. Kali ini, mata saya tak hanya melihat, tetapi juga merenung lebih dalam. Eceng gondok, yang selama ini dianggap biasa, menyimpan kebijaksanaan hidup yang tak terucap. Hari ini, mereka mengajarkan saya tentang ketertiban. Tak seperti tumbuhan liar lainnya yang sering kali tumbuh dengan acak dan tak terkendali, eceng gondok mengisi ruang dengan harmoni. Mereka tak berebut, tak menguasai seluruh permukaan air. Dengan tertib dan saling memberi ruang, mereka tumbuh beriringan, menciptakan pola yang menenangkan.Di bawah sinar pagi yang lembut, saya menyadari bahwa keberadaan mereka bukan sekadar menambah keindahan visual. Mereka adalah penjaga ketenangan alam, menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Tak ada kekacauan, tak ada yang bercerai-berai; hanya keselarasan yang memberikan kenyamanan bagi semua yang hidup di dalamnya. Di antara hamparan hijau itu, burung-burung kecil tampak bertengger dengan tenang, ikan-ikan berenang di bawahnya, mencari perlindungan di antara akar-akar yang menjuntai. Tumbuhan lain juga tampak tumbuh di sela-sela mereka, seperti teman yang hidup berdampingan tanpa perlu berkompetisi. (Oel)












